Menuntut Ilmu & Adab-adabnya
Anjuran untuk menuntut ilmu
Allah Swt menciptakan makhluk manusia didunia ini tidak lain dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, oleh karenanya Allah Swt telah menganugerahkan bagi manusia berbagai wasilah/alat-alat ilmu supaya ia dapat belajar dan mempelajarinya karena ilmu tidaklah didapatkan kecuali dengan cara belajar.
Allah swt menegaskan keadaan manusia ini dalam firmannya:
والله أخرجنكم من بطون أمهاتكم لا تعلمون شيئا وجعل لكم السمع والأبصار والأفئدة لعلكم تشكرون
"Dan allah mengeluarkam kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberikan kamu pendengaran dan hati agar kamu bersyukur".
(QS. an-Nahl:78)
Imam Syafi'i Ra pernah berkata:
تعلم، فليس المرء يولد عالما وليس أخو علم كمن هو جاهل
"Belajarlah kamu, karena tidak ada pun seseorang yang dilahirkan didunia berilmu dan tidak pula ia disebut sebagai orang yang berilmu kalau ia masih bodoh/tidak berilmu"
dan berbagai riwayat hadits nabi disebutkan banyak sekali faidah dan keutamaan dari menuntut ilmu, diantarnya:
من سلك طريقا يطلب فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة
"Barang siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga"
وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع
"Dan sesungguhnya para malaikat menangungi sayap-sayapnya bagi para penuntut ilmu dengan keridhoan atas apa yang ia perbuat"
وإن طلب العلم بمنزلة الجهاد في سبيل الله
"Dan sesungguhnya menuntut ilmu itu kedudukannya ialah jihad di jalan Allah"
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
"Sebaik-baik kalian ialah yang belajar alquran dan yang mengajarkannya"
ومن يرد الله به خيرأً يفقهه فى الدين
"Barang siapa yang menginginkan kebaikan dari Allah, maka Ia akan membukakan/memberikan kepahaman dalam agama"
Allah Swt menerangkan dalam firaman-Nya bahwa haruslah dalam suatu kaum terdapat beberapa orang yang dideligasikan untuk memperdalam pengetahuan agama dan Allah Swt juga mengharuskan betapa pentingnya bertanya sekaligus belajar kepada guru dan orang yang berilmu dalam segala hal, firman-Nya Allah ta'ala:
فلولا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلهم يحذرون
"Mengapa sebagian dari setiapa golongan diantara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya"(QS. at-Taubah:122)
فسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui"(QS. an-Nahl:43)
Dibawah ini terdapat beberapa kata hikmah para sahabat dan lainnya dalam menuntut ilmu, diantaranya:
Ibnu Abbas Ra berkata:
"Aku dahulu terpedaya/rendah karena aku masih mencari ilmu maka sekarang aku terhormat/kuat (karena mengajarkan ilmu) sehingga aku dicari"
dan Ibnu Mubarak Ra berkata;
"Aku heran kepada orang yang belum merasakan menuntut ilmu, bagaiamana dirinya sendiri dapat mengajak kepada kehormatan?"
dan sebagian ahli filsafat berkata:
"Sesungguhnya tidaklah aku mengasihi orang-orang seperti kasih sayangku kepada kedua orang: orang yang menuntut ilmu tetapi ia tidak memahaminya dan
orang yang paham ilmu tetapi ia tidak menuntutnya"
dan Ibnu Darda Ra juga berkata:
"Dengan aku belajar suatu permasalahan lebih aku cintai dari pada beribadah pada malam hari", ia juga berkata:
"Orang yang berilmu dan yang belajar kedua-duanya dalam kebaikan dan seluruh orang yang bengis/biadab tidak ada kebaikan pada mereka", ia juga berkata:
"Jadilah orang yang berilmu atau yang belajar atau yang mendengarakan(ilmu), dan jaanganlah menjadi yang keempat maka kamu kamu akan binasa!"
dan yang keempat ialah orang menentang dan menolak ilmu.
dan dari apa yang ketahui dari wasiat Luqman kepada anaknya, ia berkata:
"Waha anakku, duduklah bersama para ulama/orang yang berilmu dan dampingilah mereka dengan kedua lututmu(berdekatan), karena Allah Swt menghidupkan hati
dengan cahaya hikmah seperti Ia menghidupkan bumi dengan hujan lebat dari langit".

Komentar
Posting Komentar